History Of GRANADA

Granada 'Good Friends'

Granada, adalah nama kelas di sekolah SMK Informatika Fithrah Insani.

Awalnya, nama kelas kami adalah Gaza. Tapi kami tidak setuju karena nama kelas itu sudah ada di SMPIT Fithrah Insani, lalu kami memutuskan untuk mencari nama baru. Searching lewat internet, kami menemukan nama yang bagus, walaupun sedikit mirip nama sebuah kelompok sepak bola, GRANADA adalah nama kota.

Granada terletak di sebelah selatan kota Madrid, ibu kota Spanyol sekarang. Iklimnya sangat bagus, karena itulah dinamakan Granada. Dalam bahasa Romawi granada berarti BAGUS dan INDAH. Dari sebelah selatan, berbatasan dengan Laut Tengah dan sungai Shaniel. Tingginya lebih kurang 669 m. di atas permukaan laut. Di sinilah letak rahasia keindahannya.

Sekilas Cerita :

Ketika kaum Muslimin memasuki Granada, sewaktu penaklukan Andalusia (Spanyol sekarang), kota ini telah selesai dibangun di atas puing sebuah kota kecil yang bernama Albery. Di kemudian hari Granada menjadi ibu kota negara Dinasti Bani Ahmar.

Granada pernah menjadi pusat ilmu keislaman terbesar dan salah satu mata rantai kebudayaan Islam yang mencakup kota-kota lain seperti, Kordoba, Valensia, Megrit, Asbilia, Toledo dan lain-lain.

Sebagai kiblat ilmu pengetahuan, para penuntut ilmu dari daerah-daerah tetangga, baik yang Islam maupun yang bukan banyak berdatangan. Ketika itu terkenal sekolah Yusufiah, sekolah Nasriah dan lembaga-lembaga pendikan lain.

Kebangkitan ilmiah di Andalusia bersamaan dengan munculnya ahli ilmu falak dan matematika Abul Qasim Al-Magrity (397 H. / 1008 M.) yang mendirikan sekolah matematika terkenal.

Tokoh Granada yang paling terkenal :

Granada terkenal dengan cendekiawannya di berbagai disiplin ilmu. Yang paling terkenal adalah: Imam As-Syathibi, Lisanudin Al-Khathib, Sarqisthi, Ibnu Zumrak, Muhammad bin Raqqah, Abu Yahya bin Radwan, Abu Abdillah Al-Fahham, Ibnus Syarrah, Yahya bin Hazil At-Tajbibi, As-Syaquri, Ibnu Zuhr dan dari kalangan wanita;H afshah bintil Haj, Hamdunah binti Ziad dan saudarinya, Zainab.

Objek wisata :

Setelah posisi Bani Ahmar menguat di Granada dan di sebuah bukit di sebelah timur lautnya, mereka mulai membangun pondasi kota atau istana Alhambra. Pada mulanya, Alhambra hanya merupakan benteng sederhana hingga Badis bin Habbus, menjadi raja Granada. Dialah yang membuatnya sebagai pusat pemerintahan dan membangun pagar tinggi di sekeliling bukit itu. Dengan perjalanan waktu Alhambra menjadi benteng Granada yang kuat. Sebab penamaannya dengan Alhambra adalah karena batu-batu yang dipakai untuk membangunnya berwarna merah (dari kata al-hamra = merah).

Hal lain yang membedakan Alhambra dengan tempat-tempat lain adalah mesjid-mesjidnya. Mesjid jami Alhambra adalah mesjid yang paling bagus dan indah. Terkenal dengan banyaknya marmer yang dipakai untuk membangunnya. Juga rumah sakit-rumah sakit yang ada di dalamnya, seperti rumah sakit Granada atau rumah sakit kota.

source : myquran.org

via : mindtalk.com

-hasna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s